Selasa, 09 Maret 2021

ASKEP KELUARGA LAUNCING CENTER

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.S
PADA TAHAP PERKEMBANGAN
LAUNCING CENTER



DOSEN MATA KULIAH
Diah Indriastuti, S,Kep., Ns., M.Kep


SUMIATIN
 S.0017.P.036





SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KARYA KESEHATAN KENDARI
PRODI S1 KEPERAWATAN
KENDARI
2021




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT,Karena berkat  rahmat-Nya  kami dapat menyelesaikan penyusunan Asuhan Keperawatan ini tepat pada waktunya. Terlantun solawat serta salam buat untuk imam besar  kita semua Nabi Muhammad SAW.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Asuhan Keperawatan ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi maupun redaksinya. Asuhan Keperawatan ini masih jauh dari kesempurnaan karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dapat menyusun Asuhan Keperawatan yang lebih baik di masa yang akan datang. Semoga Asuhan keperawatan ini bermanfaat untuk memberikan kontribusi  bagi kita dalam memajukan ilmu keperawatan.




Kendari, 18  February 2021



Penyusun












DAFTAR  ISI


Contents
    
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR  ISI 3
BAB 1 4
PENDAHULUAN 4
A. Latar belakang 4
B. Tujuan 5
C. Manfaat 5
BAB II 6
TINJAUAN  TEORI 6
A. Definisi 6
B. Tipe Keluarga 6
D. Tugas Kesehatan Keluarga 11
E. Tahap-tahap Perkembangan Keluarga 12
F. Definisi Tahap Perkembangan L unching Center 12
G. Tugas Keluarga pada Tahap Perkembangan L aunching C enter 13
H. Mayoritas Masalah Kesehatan pada Tahap Perkembangan Launching center 13
I.  Peran Perawat pada Keluarga 13
BAB III 16
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA 16
A. PENGKAJIAN KELUARGA 16
B. PENGKAJIAN INDIVIDU 17
D.  Struktur keluarga 23
E. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga 23
F. Status sosial ekonomi keluarga 24
G. Fungsi keluarga 24
H. Koping keluarga 24
I.   Aktivitas rekreasi keluarga 25
J.  Harapan keluarga 25
K. Tingkat kemandirian keluarga 25
L.  Analisa data 27
M.  Rumusan masalah 28
N. Intervensi kesehatan 28
O. Evaluasi 31
PENUTUP 33
A. Kesimpulan 33
B. Saran 33
DAFTAR PUSTAKA 34













BAB 1
PENDAHULUAN

Latar belakang

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga
dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah satu atap dan keadaan saling ketergantungan (Departemen Kesehatan). Keluarga adalah dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan-ikatan kebersamaan, ikatan emosional dan yang mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari keluarga . Keluarga adalah dua orang atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan.
Asuhan keperawatan keluarga digunakan untuk membantu menyelesaikan
masalah kesehatan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Agar pelayanan kesehatan yang diberikan dapat diterima oleh keluarga, maka perawat harus mengerti, memahami tipe dan struktur keluarga, mengetahui tingkat pencapaian keluarga dalam melakukan fungsinya dan perlu paham setiap tahap perkembangan keluarga dan tugas perkembangannya.(Keluarga, 2019) 
Status sehat atau sakit dalam keluarga saling mempengaruhi satu sama lain.
Suatu penyakit dalam keluarga mempengaruhi seluruh keluarga dan sebaliknya mempengaruhi jalanya suatu penyakit dan status kesehatan anggota keluarga. Keluarga cenderung dalam pembuatan keputusan dan proses terapeutik pada setiap tahap sehat dan sakit pada para anggota keluarga. Keluarga merupakan para anggota sebuah keluarga baiasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah tangga, atau jika mereka hidup secara terpisah, mereka tetap menganggap rumah tangga tersebut sebagai rumah tangga mereka(Keluarga, 2019)
Pada keluarga dewasa merupakan tahap dimana semua anak akan pergi atau
keluar meninggalkan rumah atau orang tuanya. Didalam kehidupan keluarga dewasa dimana orang tuanya akan merasa banyak kehilangan karena perginya anak-anak dari rumah. Pada keluarga ini juga terdapat berbagai masalah yang dialami oleh keluarga itu sendiri. Dan perawat sangat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan kepada keluarga.
Fase kehidupan keluarga ini ditandai oleh puncak tahun-tahun persiapan bagi anak
yang telah siap untuk kehidupan dewasa yang mandiri. Orang tua, pada saat mereka melepaskan anak-anaknya pergi, melepaskan peran mereka sebagai orang tua yang telah dijalankan selama 20 tahun atau lebih dan mereka kembali ke pasangan hikdup mereka. Tugas perkembangan keluarga sangat penting jika keluarga berpindah dari rumah tangga dengan anak ke rumah tangga dengan pasangan suami-istri. Tujuan utama keluarga adalah menata ulang keluarga ke dalam unit berkelanjutan ketika melepaskan dewasa muda yang telah dewasa ke dalam kehidupan mereka sendiri (Duvall & Miller, 1985). Selama tahap ini, pasangan baru dapat memikul peran sebagai kakek/nenek-perubahan lain dalam peran dan citra diri mereka.(Jhonson L, 2010)
Keluarga mempunyai tahap perkembangan sebagaimana layaknya individu, perkembangan itu terutama dalam hal besarnya keluarga dan kemampuannya, mulai dari pasangan yang baru menikah, baru memiliki anak, memiliki anak remaja, memiliki anak remaja, memiliki anak dewasa, sampai salah satu anggota keluarganya meninggal dunia 


Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami bagaimana asuhan keperawatan pada keluarga pada tahap perkembangan launching center family.

Manfaat

 Bagi mahasiswa, makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan reverensi untuk materi Tahap perkembangan launching center family 
Bagi masyarakat, makalah ini dapat memberikan edukasi tentang Tahap perkembangan launching center family




BAB II
TINJAUAN  TEORI

Konsep keluaga
Definisi 
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga
dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap           dalam keadaan saling ketergantungan.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga
dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. (Effendy, 1998). Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah (Salafudin,2005) :
1. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi.
2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain.
3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik.
4. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.

Tipe Keluarga
Dalam (Murwani, 2007)  di sebutkan beberapa tipe keluarga yaitu  :
1)   Tipe Keluarga Tradisional
1.  Keluarga Inti (Nuclear Family), adalah keluarga yang  terdiri  dari ayah,  ibu dan anak-anak.
2.  Keluarga Besar (Exstended Family), adalah keluarga inti  di  tambah dengan sanak saudara, misalnya nenek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi  dan sebagainya.
3.  Keluarga “Dyad” yaitu  suatu  rumah tangga yang  terdiri  dari  suami  d an  istri tanpa  anak.
4.  “Single   Parent” yaitu   suatu   rumah tangga yang   terdiri   dari  satu  orang   tua (ayah/ibu) dengan anak  (kandung/angkat). Kondisi ini  dapat  disebabkan oleh perceraian atau kematian.
5.  “Single   Adult”  yaitu  suatu  rumah tangga yang  hanya   terdirise orang   dewasa (misalnya seorang yang  telah  dewasa kemudian tinggal kost untuk  bekerja atau kuliah)
       
2.) Tipe Keluarga Non Tradisional
1.   The Unmarriedteenege mather
Keluarga yang  terdiri  dari  orang  tua  (terutama ibu)  dengan anak  dari hubungan tanpa  nikah
2.   The Stepparent Family
Keluarga dengan orang  tua tiri.
3.   Commune Family
Beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya) yang tidak ada hubungan saudara hidup   bersama dalam   satu  rumah, sumber dan  fasilitas yang  sama, pengalaman yang  sama  : sosialisasi anak  dengan melelui aktivitas kelompok atau membesarkan anak  bersama.
4.   The Non Marital Heterosexual Conhibitang Family
Keluarga yang   hidup   bersama dan  berganti  –  ganti   pasangan tanpa melelui pernikahan.
5.   Gay And Lesbian Family
Seseorang yang mempunyai persamaan sex hidup  bersama sebagaimana suami  – istri (marital partners).
6.   Cohibiting Couple
Orang   dewasa yang  hidup   bersama diluar   ikatan   perkawinan karena beberapa alasan  tertentu.
7.   Group-Marriage Family
Beberapa orang  dewasa menggunakan alat – alat rumah tangga bersama yang   saling   merasa sudah   menikah, berbagi sesuatu termasuk seksual dan membesarkan anaknya.
8.   Group Network Family
Keluarga inti yang  dibatasi aturan  atau nilai  – nilai,  hidup  bersama atau berdekatan satu sama  lainnya dan sali ng menggunakan barang – barang rumah tangga bersama, pelayanan dan tanggung jawab  membesarkan anaknya.
9.   Foster Family
Keluarga  menerima  anak   yang   tidak   ada   hubungan  keluarga  atau saudara didalam waktu   sementara, pada  saat  orang   tua  anak  tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk  menyatukan kembali keluarga yang aslin ya.
   10. Homeless Family
Keluarga  yang   terbentuk  dan   tidak   mempunyai  perlindungan    yang permanent karena kris is personal yang  dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan atau problem kesehatan mental.
11. Gang
Sebuah bentuk keluarga yang  destruktif dari  orang- orang  muda  yang mencari ikatan  emosional dan keluarga yang  mempunyai perhatian tetapi berkembang dalam  kekerasan dan criminal dalam  kehidupannya.

C . Fungsi Keluarga
Friedman, (2010) mengidentifikasi 5 fungsi  dasar  keluarga, yaitu:
1) Fungsi Afektif
Fungsi  afektif  berhubungan  erat   dengan  fungsi    internal  keluarga,  yang merupakan basis  kekuatan keluarga. Fungsi afektif berguna untuk  pemenuhan kebutuhan psikososial. Keberhasilan melaksanakan fungsi  afektif tampak pada kebahagiaan dan kegembiraan dari seluruh anggota keluarga. Tiap anggota keluarga saling  mempertahankan iklim  yang  positif. Hal tersebut dapat  dipelajari dan dikembangkan melalui interaksi dan  hubungan dalam  keluarga. Dengan demikian, keluarga yang berhasil melaksanakan fungsi  afektif, s eluruh anggota keluarga dapat mengembangkan konsep diri positif. Komponen yang  perlu  dipenuhi oleh  keluarga dalam  melaksanakan fungsi  afektif adalah :
1.  Saling mengasuh : cinta kasih,  kehangatan, saling  menerima, saling  mendukung antar  anggota keluarga, mendapatkan kasih  sayang dan dukungan dari anggota yang  lain akan  meningkatkan kemampuannya untuk  memberikan kasih  sayang yang pada akhirnya akan tercipta hubungan yang hangat dan saling  mendukung. Hubungan intim  didalam keluarga merupakan modal  dasar dalam  memeberikan hubungan dengan orang  lain diluar  keluarga/ masyarakat.
2.  Saling menghargai. Anggota keluarga yang  saling  menghargai dan  mengakui keberadaan dan hak setiap  anggota keluarga serta selalu  mempertahankan iklim
yang  positif, maka  fungsi  afektif akan  tercapai.
3.  Ikatan  dan identifikasi ikatan  keluarga dimulai seja k pasangan sepakat memulai hidup   baru.   Ikatan   antar   anggota  keluarga  dikembangkan  melalui  proses identifikasi dan penyesuaian pada  berbagai aspek  kehidupan anggota keluarga. Orang   tua  harus   mengembangkan  proses identifikasi  yang   positif sehingga anakanak dapat  meniru tingkah laku yang  positif dari kedua  orang  tuanya.Fungsi  afektif  merupakan  “sumber  energi”  yang   menentukan  kebahagiaan
keluarga.  Keretakan  keluarga,  kenakalan  anak   atau   masalah  keluarga,  timbul karena fungsi  afektif di dalam  keluarga tidak  dapat  t erpenuhi.
2) Fungsi Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses perkembangan dan  perubahan yang  dilalui individu, yang  menghasilkan interaksi sosial  dan  belajar berperan dalam  lingkungan sosial. Sosialisasi dimulai sejak  manusia lahir.  Keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi, misaln ya anak  yang  baru  lahir dia akan  menatap ayah,  ibu, dan orang-orang yang   ada  di  sekitarnya Kemudian beranjak balita   dia  mulai   belajar

bersosialisasi  dengan lingkungan sekitar meskipun demikian keluarga tetap  berperan penting dalam   bersosialisasi.  Keberhasilan  perkembangan  individu  dan   keluarga dicapai melalui interaksi atau  hubungan antar  anggota keluarga yang  diwujudkan dalam  sosialisasi.
3) Fungsi Reproduksi
Keluarga berfungsi untuk  meneruskan keturunan dan  menambah sumber daya manusia. Maka  dengan ikatan  suatu  perkawinan yang  sah,  selain  untuk  memenuhi kebutuhan biologis pada  pasangan tujuan  untuk  membentuk keluarga adalah untuk meneruskan keturunan.
4) Fungsi Ekonomi
Fungsi  ekonomi  merupakan  fungsi   keluarga  untuk   memenuhi  kebutuhan seluruh anggota keluarga seperti memenuhi kebutuhan akan  makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Banyak pasangan sekarang kita  lihat  dengan penghasilan yang  tidak seimbang antara  suami  dan ist ri, hal ini menjadikan permasalahan yang berujung pada perceraian.
5) Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga juga  berperan atau  berfungsi untuk   melaksanakan praktek asuhan kesehatan, yaitu  untuk  mencegah terjadinya gangguan kesehatan dan  atau  merawat anggota  keluarga  yang   sakit.   Kemampuan keluarga dalam memberikan  asuhan kesehatan   mempengaruhi status  kesehatan   keluarga.   Kesanggupan   keluarga
melaksanakan pemeliharaan kesehatan dapat  dilihat dari  tugas  kesehatan keluarga yang   dilaksanakan.  Keluarga  yang   dapat   melaksanakana  tugas   kesehatan  berarti sanggup menyelesaikan masalah kesehatan   
Tugas Kesehatan Keluarga
Menurut Freeman (1981) terdapat lima tugas  kesehatan keluarga, diantaranya:
Mengenal masalah kesehatan setiap  anggotanya
Orangtua  perlu   mengenal keadaan kesehatan dan  perubahan-perubahan yang  dialami anggota keluarga. Perubahan sekecil apapun yang  dialami anggota keluarga secara  tidak  langsung menjadi perhatian dan  tanggung jawab  keluarga, maka  apabila menyadari adanya perubahan perlu  segera dicatat kapan  terjadinya, perubahan apa yang  terjadi dan seberapa besar  perubahannya (Setiadi, 2006).
2.   Mengambil  keputusan  untuk   melakukan  tindakan  kesehatan  yang   tepat   bagi keluarga
Tindakan kesehatan yang  dilakukan oleh  keluarga diharapkan tepat  agar masalah kesehatan dapat  dikurangi atau bahkan teratasi. Jika keluarga mempunyai keterbatasan dapat  meminta bantuan kepada orang  di lingkungan sekitar keluarga (Setiadi, 2006).
3.   Memberikan  perawatan  anggota  keluarga  yang   sakit   atau   yang   tidak   dapat membantu dirinya sendiri karena cacat  atau usianya yang  terlalu muda
Perawatan ini dapat  dilakukan di rumah apabila keluarga memiliki kemampuan  melakukan  tindakan  untuk   memperoleh  tindakan  lanjutan  agar masalah yang  lebih  parah  tidak  terjadi (Setiadi, 2006).
4.   Mempertahankan    suasana    rumah    yang     menguntungkan    kesehatan    dan perkembangan kepribadian anggota keluarga
Keluarga memainkan peran  yang  bersifat mendukung anggota keluarga yang  sakit.  Dengan kata  lain  perlu  adanya sesuatu kecocokan yang  baik  antara kebutuhan keluarga dan  asupan sumber lingkungan bagi  pemeliharaan kesehatan anggota keluarga (Friedman, 1998).
5.   Mempertahankan hubungan timbal balik  antara  keluarga dan  lembaga kesehatan (pemanfaatan fasilitas kesehatan yang  ada) Hubungan yang  sifatnya positif akan  memberi pengaruh yang  baik  pada keluarga mengenai fasilitas kesehatan. Diharapkan dengan hubungan yang  positif terhadap pelayanan kesehatan akan   merubah setiap   perilaku  anggota  keluarga mengenai sehat  sakit (Friedman, 1998).

Tahap-tahap Perkembangan Keluarga
Perkembangan keluarga adalah proses perubahan yang  terjadi pada sistem keluarga yang meliputi perubahan pola interaksi dan hubungan antara  anggotanya disepanjang waktu.

 1.   Tahap  I pasangan baru atau keluarga baru (beginning family).
2.   Tahap  II keluarga dengan kelahiran anak  pertama (child  bearing family).
 3.   Tahap  III keluarga dengan anak  prasekolah (families with preschool).
4.   Tahap  IV keluarga dengan anak  usia sekolah (families with children).
5.   Tahap  V keluarga dengan anak  remaja (families with teenagers).
6.   Tahap  VI keluarga dengan anak  dewasa atau pelepasan (launching center family).
7.   Tahap  VII keluarga usia pertengahan (middle age families).
8.   Tahap  VIII keluarga usia lanjut

Definisi Tahap Perkembangan L unching Center 
Tahap  launching center family yaitu  tahap  ketika  keluarga melepas anak  usia dewasa muda  yang  ditandai oleh  anak  pertama meninggalkan rumah orang  tua  dan berakhir dengan “rumah kosong”, ketika  anak  terakhir meninggalkan rumah. Tahap  ini dapat  singkat atau  agak  panjang, tergantung pada  berapa banyak anak  yang  belum menikah yang  masih   tinggal di  rumah. Fase  ini  ditandai oleh  tahun-tahun puncak persiapan dari  dan  oleh   anak-anak untuk   kehidupan dewasa  yang  mandiri. Tugas pengembangan keluarga yang  dihadapi adalah mempersiapkan diri  untuk   ditinggal anak-anak, mempersiapkan diri untuk  berkomunikasi dengan anak-anak sebagai orang dewasa, lebih   meningkatkan  hubungan  suami   istri  dan  mempersiapkan diri  untuk menjadi mertua, kakek, nenek  yang baik
Tugas Keluarga pada Tahap Perkembangan L aunching C enter 
Ada beberapa tugas  perkembangan pada fase ke IV atau pada launching center  family, yaitu  :
1.  Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar;
2.  Mempertahankan keintiman pasangan;
3.  Membantu orang  tua memasuki masa  tuanya;
4.  Membantu anak  untuk  mandiri di masyarakat;
5.  Penataan kembali peran  dan kegiatan rumah tangga.

Mayoritas Masalah Kesehatan pada Tahap Perkembangan Launching center 
Masalah-masalah yang  sering  muncul pada anak-anak usia dewasa, pada t ahap  ini adalah :
1.   Masalah medis  :  Akne,  dysmenorrhea dan masalah yang  berhubungan dengan seks seperti penyakit kelamin dan kehamilan yang  tak diinginkan.
2.   Masalah emosional Psikosomatis yang berhubungan dengan pekerjaan baru, depresi karena penyesuaian  terhadap  lingkungan  baru  dan  ekspektasi dari  orang-orang terdekat.
3.   Masalah sosial  Tekanan dari  teman-teman dalam  penggunaan alkohol, merokok, tekanan dari pacar  untuk  menikah.
Pada  saat anak-anak beranjak dewasa, pasangan tersebut mulai  memasuki usia pertengahan dan  orang   tua  mereka memasuki usia  lanjut. Masalah-masalah terkait tanda-tanda  premenopause pada  orang  tua.  Dan  juga  masalah sosial  dan  emosional, terkait krisis  usia  pertengahan pada orang  tua
I.  Peran Perawat pada Keluarga
1.   Pendidik
Perawat perlu  memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga agar :
a) Keluarga  dapat   melakukan  program  asuhan  kesehatan  keluarga  secara mandiri
b)   Bertanggung jawab  terhadap masalah kesehatan keluarga
2.   Koordinator
Diperlukan pada  perawatan berkelanjutan agar  pelayanan yang  komprehensif dapat tercapai. Koordinasi juga sangat diperlukan untuk mengatur program kegiatan atau   terapi   dari   berbagai  disiplin  ilmu   agar   tidak   terjadi  tumpang  tindih   dan pengulangan
3.   Pelaksana
Perawat yang  bekerja dengan klien  dan keluar ga baik di rumah, klinik  maupun di rumah sakit  bertanggung jawab  dalam  memberikan perawatan langsung.Kontak pertama perawat kepada keluarga melalui anggota keluarga yang  sakit.  Perawat dapat  mendemonstrasikan  kepada keluarga asuhan keperawatan yang  diberikan dengan harapan keluarga nanti  dapat  melakukan asuhan langsung kepada anggota keluarga yang  sakit
4.   Pengawas kesehatan
Sebagai  pengawas  kesehatan,  perawat  harus   melakukan  home   visite atau kunjungan rumah yang  teratur untuk mengidentifikasi atau  melakukan pengkajian tentang kesehatan keluarga.
5.   Konsultan
Perawat  sebagai  narasumber  bagi   keluarga  di   dalam   mengatasi  masalah kesehatan. Agar  keluarga mau  meminta nasehat kepada perawat, maka  hubungan perawat-keluarga harus  dibina  dengan baik,  perawat harus  bersikap terbuka dan dapat  dipercaya.
6.   Kolaborasi
Perawat juga  harus  bekerja dama  dengan pelayanan rumah sakit  atau  anggota tim kesehatan yang  lain untuk  mencapai tahap  kesehatan keluarga yang  optimal
7.   Fasilitator
Membantu keluarga dalam  menghadapi kendala untuk  meningkatkan derajat kesehatannya.  Agar   dapat   melaksanakan  peran   fasilitator  dengan  baik,   maka perawat komunitas harus  mengetahui sistem pela yanan  kesehatan (sistem rujukan, dana  sehat,  dll)
8.   Penemu kasus
Mengidentifikasi masalah kesehatan secara  dini,  sehingga tidak  terjadi ledakan atau wabah.
9.   Modifikasi lingkungan
Perawat juga harus dapat  mamodifikasi lingkungan, baik lingkungan rumah maupun lingkungan masyarakat, agar dapat  tercipt a lingkungan yang  sehat.

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PENGKAJIAN KELUARGA
DATA UMUM & KONDISI KESEHATAN KELUARGA
Puskesmas
:
Kolono
Alamat 
:
Desa Puupi
Hari/Tanggal Pengkajian
:
Selasa/09 februari 2021

Nama KK 
:
Tn.S
Usia
:  
56tahun




Pendidikan
:
SMA
Pekerjaan
:
Petani





Komposisi Keluarga : 
No
Nama                                                                                                      Anggota Keluarga
Hub. Keluarga
L/P
Umur (th)
Pendidikan
Agama
Suku
Pekerjaan
Imunisasi (L/TL)
KB
Alat bantu, ptotesa
Keadaan umum (sehat/tidak sehat)
Riwayat penyakit & alergi

1.
Tn. S
Suami
L
56
SMA
Islam
Bugis
Petani
Lengkap
Tidak
Tidak ada
Sehat
Asma

2.
Ny. Y
Istri
P
53
SMP
Islam
Bugis
IRT
Lengkap
Tidak
Tidak ada
Sehat
Tidak ada

3.
Nn. N
Anak
P
20
SMA
Islam
Bugis
Tidak kerja
Lengkap
Tidak
Tidak ada
Sehat
Tidak ada



Jarak Untuk Mencapai Pelayanan Kesehatan Terdekat
Fasilitas Kesehatan

Jarak

Cara tempuh

Puskesmas
:
900 meter

Motor 
roda 2
:


Puskesmas Pembantu
:
200 meter

Motor
 roda 2
:


Posyandu
:
100 meter

Motor
 roda 2
:



3. Genogram

     4. TipeKeluarga
Keluarga inti

PENGKAJIAN INDIVIDU

No
Data
Tn.S
Ny.Y
Nn.N


Keadaan  umum :
Baik
Baik
Baik


Penampilan
Baik
Baik
Baik


BB
60 kg
65 kg
55 kg


TB
150 cm
170 cm
155 cm


Status Gizi
      Baik
Baik
Baik


Diagnosa medis
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada


Masalah kesehatan yang pernah dialami
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada


Masalah  kesehatan sekarang
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada


Masalah kesehatan yang lalu
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada


Masalah kesehatan keluarga (turunan) 
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada


TTV :





Tekanan darah
110 MmHg
120 MmHg
110 MmHg


Respirasi
24x/menit
20x/menit
20x/menit


Nadi
80x/menit
72x/menit
74x/menit


  3.
Palpebra
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada


Fungsi
Baik 
Baik 
Baik


 4.
Telinga :





Bentuk
Normal 
Normal 
Normal 


Keadaan
Bersih 
Bersih 
Bersih 


Fungsi
Baik 
Baik 
Baik 

 5.
Hidung :





Bentuk
Normal 
Normal 
Normal 


Keadaan
Bersih 
Bersih 
Bersih 


Fungsi
Baik 
Baik 
Baik 

 6.
Mulut :





Gigi
Baik
Baik
Baik


Fungsi menelan
Baik
Baik
Baik


Kelembaban
Baik
Baik
Baik

 7.
Leher :





Pembengkakan kelenjar tiroid
Tidakterdapat pembengkakan
Tidak terdapat pembengkakan
Tidak terdapat pembengkakan

 8.
Dada :





Bentuk
Normal 
Normal 
Normal 


Suara paru
Resonan
Resonan 
Resonan


Respirasi
18X/menit
18X/menit
20X/Menit


Bunyi jantung
S1, S2
S1, S2
S1, S2

9.
Abdomen :





Bentuk
Normal 
Normal
Normal 


Nyeri tekan
Tidak adanyeri
Tidak ada nyeri
Tidak adanyeri

10.
Ekstremitas :





Oedema
Tidak adaoedema
Tidak ada oedema
Tidak ada oedema


Kontraktur
Tidak ada 
Tidak ada 
Tidak ada 

11.
Istirahat dan tidur
Baik
Baik
Baik

12.
Status mental
Baik
Baik
Baik

13.
Kebersihan diri
Bersih
Bersih
Bersih

14.
Sistem respirasi
Tidak adamasalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah

15.
Sistem kardiovaskuler
Tidak adamasalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah

16.
Sistem pencernaan
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah

17.
Sistem urinaria
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah

18.
Sistem integument
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah

19.
Sistem persyarafan
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah

20.
Sistem muskulosketal
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah


Pemeriksaan penunjang bagi yang sakit (lab, radiologi, EKG, USG)
Tidak adapemeriksaan
Tidakada pemeriksaan
Tidak ada pemeriksaan



C.  KESEHATAN  LINGKUNGAN
Karakteristik Rumah

  A)
                                                                                                           E)


B)

                                                                                                           F)
C)


Ket:
     A.  Kamar anak Nn.N
     B.  Kamar mandi
     C.  Kamar Tn.B dan Ny.S
     D.  Ruang keluarga
     E.  Ruang tv
     G. Ruang makan

Tipe Tempat Tinggal
Keluarga sudah memiliki tempat tinggal sendiri

Gambaran kondisi rumah 

Luas ruma keluarga 14x5 m ,kebersihan rumah cukup bersih .

Jenis bangunan

Semi permanen 

Luas bangunan

15x5 m 

Luas pekarangan

 60 m 

Jumlah jendela

4  jendela 

Kondisi ventilasi rumah

Memiliki sirkulasi udara yang baik

Kondisi pencahayaan rumah

Penerangan menggunakan listrik digunakan pada siang dan malam hari karena kurang pencahyaan

Jenis lantai

Lantai tempat tinggal menggunakan tehel

Kebersihan rumah secara keseluruhan 

Kebersihan cukup bersih 

Pengelolaan sampah keluarga

Sampah dibuang digalian dan membakar sampahnya.

Kondisi jamban keluarga

Terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa .

Sumber air bersih dalam keluarga 

Sumber air bersih  keluarga berada disumur dekat rumah.

Jarak sumber air minum dengan septic tank 

 Sekitar 20 m dari tempat keluarga tinggal 

Sumber air minum yang digunakan 

Mengunakan air sumber  kemasan 

Keadaan dapur

Cukup bersih

Pembuangan limbah

Saluran diarahkan menuju kali 

Keamanan lingkungan rumah

Keamanan lingkungan Tn.S  sangat aman 

Perasaan subyektif keluarga terhadap rumah

Perasannya sangat senang, nyaman dan aman berada di tempat tinggalnya 

Pengaturan pengaturan rumah dan privaci

Pengaturannya cukup rapi penempatannya 


Karakteristik Lingkungan dan Komunitas Tempat Tinggal yang lebih luas.
Karakteristik fisik dari lingkungan
    Ditempat tinggal Tn.S jarak antara satu rumah dan lainnya cukup dekat. Keluarga Tn .S sering berinteraksi dan berkomunikasi dengan tetangga sekitar hal ini mendukung karena tetangganya sangat ramah

Karakteristik duemografis dari lingkungan dan komunitas
                     Keluarga Tn.S tidak pernah pandah didesa atau kekota lain 

Bagimana fasilitas-fasilitas mudah diakses atau dijangkau oleh keluarga
     Keluarga Tn.S cukup berperan dalam mengikuti kegiatan .

Tersedianya transportasi umum yang dapat digunakan oleh keluarga dalam mengakses fasilitas yang ada.
       Keluarga Tn.S menggunakan transportasi pribadi  sepeda motor   yang digunakan saat berpergian kemana-mana 

        e.  Mobilitas geografis keluarga
                     
                     menurut klien tidak pernah pindah daerah kota lain .
                    
Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
        Keluarga Tn.S  Mengatakan sering mengikuti majelis.


D.  Struktur keluarga

Pola dan komunikasi keluarga 
    Keluarga Tn. S berkomunikasi degan menggunakan bahasa Bugis dan indonesi tapil bahasa Indonesia  yang lebih sering digunakan.  

Struktur kekuatan keluarga
  Hingga saat ini Tn.S sangat berperan penting dalam mencari nafkah sedangkan anak dan istrinya tidak berkerj
Nilai-Nilai Keluarga
    Nilai-nilai  dan norma yang dianut dua sisih yaitu berdasarkan kebiasaan suku Bugis dalam agama islam. Nilai dan norma yang dimaksud saling menghargai, menghormati, serta saling menjaga kerkunan dalam keluarga dan masyrakat.
 
E. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga

Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga Tn.S  memiliki 1 orang putri yang masing-masing sudah memasuki usia dewasa.
Riwayat kesehatan keluarga inti
          Tn.S mengeluh merasakan kaku diseluruh badan dan tidak bias di gerakkan,kepala terasa berat,pusing,demam.

Latar Belakang Budaya Keluarga
     keluarga Tn.S berlatar belakang suku buton,nilai-nilai dalam keluarga pun berdasarkan budaya suku buton.      
F. Status sosial ekonomi keluarga 
  Penghasilan keluarga Tn. S adalah sebesar 1.500.000-2.000.000/bulan ada perubahan penghasilan sejak awal menikah sangat meningkat.
  G. Fungsi keluarga

Fungsi Sosial
Keluarga Tn. S  aktif dalam kegiatan social yang berada dimasyarakat, keluarga tersebut juga aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar. 
Fungsi Perawatan kesehatan
Jika salah satu dalam keluarga Tn.S sakit mereka saling merawat dalam anggota keluarga. Biasanya mereka meminum obat-obatan terlebih dahulu sebagai tindakan pertama. Namun jika keadaan tidak membaik maka mereka akan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.
H. Koping keluarga 

Stresor jangka pendek dan jangka panjang
Terdapat beberapa stressor jangka pendek dalam keluarga Tn. S  bagi Tn. S  pada pekerjaannya. Sedangkan stressor yang dialami oleh Ny. Y paling sering akibat kelelahan dalam mengurus rumah dan stressor yang bagi Nn.N adalah masalah pendidikan .
Kemampuan keluarganya berespon terhadap situasi/ stressor
 Tn.S biasanya berusaha mencegah adanya masalah pada keluarganya. Ny. Y biasanya tajin berolahrga dalam rumah . Tn.S biasanya memilih lingkungan yang baik serta menjalin hubungan yang baik dengan orang sekitar.
Strategi koping yang digunakan
Untuk mengatasi stres yang dialami, keluarga Tn. S biasanya refresing, mendekatkan diri kepada tuhan dan berisitirahat yang cukup.
        I.   Aktivitas rekreasi keluarga
Keluarga Tn.S biasa melakukan liburan dengan anggota keluarga seperti menonton bersama, minum teh bersama dll.
     J.  Harapan keluarga
Dengan adanya petugas kesehatan yang datang kerumahnya menurutnya mengharapkan supaya petugas kesehatan bisa memberikan pengetahuan yang dapat membantu dirinya mempersiapkan bagaimana sebenarnya kesehatan dalam rumah tangganya.
        K. Tingkat kemandirian keluarga
Tingkat kemandirian keluarga terdiri dari tujuh kriteria kemampuan keluarga yang telah dicapai.

Kriteria 1 
:
keluarga menerima perawat

Kriteria 2 
:
keluarga menerima pelayanan kesehatan sesuai rencana rencana keperawatan keluarga

Kriteria 3 
:
keluarga tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar

Kriteria 4 
:
keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan pelayanan kesehatan sesuai anjuran

Kriteria 5 
:
keluarga melakukan tindakan keperawatan sederhana yang sesuai anjuran

Kriteria 6 
:
keluarga melakukan tidakan pencegahan secara aktif

Kriteria 7 
:
keluarga melakukan tidakan promotif secara aktif



Tingkat Kemandirian
Kriteria 1
Kriteria 2
Kriteria 3
Kriteria 4
Kriteria 5
Kriteria 6
Kriteria 7

Tingkat I
V
v
-
-
-
-
-

Tingkat II
V
v
V
V
v
-
-

Tingkat III
V
v
V
V
v
v


Tingkat IV
V
v
V
V
v
v
V




  
L.  Analisa data


Analisa data
Etiologi
Masalah


DS: Ny.Y mengatakan tidak mengetahui secara pasti mengenai kegiatan Nn.N

DO: Nn.N merupakan anak pertama dalam keluarga






Perkembangan remaja

Defisit pengetahuan


  DS: Nn.N merasa di abaikan dalam keluarganya dan tidak pernah menceritakan masalahnya 


 DO:Tn.S dan Ny.Y tampak  cemas 















Ketidak mampuan mengenal gangguan perkembangan 

Ketidak mampuan koping keluarga 



M.  Rumusan masalah
Data yang terkumpul dan dianalisis, kemudian didapatkan diagnosa keperawatan sebagai berikut :.
(D.0111 )  Defisit pengetahuan
(D.0093)  Ketidak mampuan koping keluarga

N. Intervensi kesehatan


No

Diagnosa

Tujuan & kriteria hasil (NOC)

Intervensi (NIC)


     
  Kode :  D.0111
  Kategori: perilaku
  Subkategori :  Penyuluhan dan pembelajaran

Defisit Pengetahuan b.d Kurang terpapar informasi

Ditandai dengan :


DS: Ny.Y mengatakan tidak mengetahui secara pasti mengenai kegiatan Nn.N

DO: Nn.N merupakan anak pertama dalam keluarga

 Seteleh dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan

Tingkat Pengetahuan (L.12111)

skala :
Menurunt
cukup Menurun
sedang,
cukup Meningkat
Meningkat 
dengan kriteria:
Perilaku sesuai dengan pengetahuan (skala 3 menjadi 4)
Pertanyaan tentang masalah yang di hadapi (skala 3 menjadi 4)
Intervensi keperawat

Edukasi kesehatan (1.12383)

Aktivitas Keperawatan 
Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
Berikan kesempatan untuk bertanya
Jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan

2.

Kode :  D.0093
Kategori: Fisiologis
Subkategori : Respirasi

Ketidak mampuan Koping Keluarga b/d Ketidak mampuan orang terdekat mengungkapkan perasaan

Ditandai dengan :

 DS: Nn.N merasa di abaikan dalam keluarganya dan tidak pernah menceritakan masalahnya 


 DO:Tn.S dan Ny.Y tampak  cemas 


       

Status Koping Keluarga (L.09088)

meningkat,
cukup meningkat,
sedang,
cukup menurun,
menurun, 
dengan kriteria:
Perasaan diabaikan (skala 3 menjadi 4)
Komunikasi antara anggota keluarga (skala 2 memjadi 4)



Promosi Koping (1.09312)

Aktivitas Keperawatan 
Identifikasi kegiatan jangka pendek dan panjang sesuai tujuan
Diskusikan konsekuensi tidsk menggunakan rasa beersalah dan rasa malu
Ajarkan cara memecahkan masalah secara konstruktif








Puskesmas : kolono
Nama KK : Tn. S
No. Register : -
TANGGAL/JAM
DIAGNOSA KEPERAWATAN
TINDAKAN
EVALUASI
TANDA TANGAN


20/01/2020 
Kode : D.0111

Defisit Pengetahuan
Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
Memberikan kesempatan untuk bertanya
Menjelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
 S : Ny.Y mengatakan sudah mampu mengidentifikasi  dan  biasa menerima informasi
O : Tn.S dan Ny.Y tampak  cemas 


O: keluarga Tn.S Nampak sudah bias menerima  informasi dengan tenang



21/01/2020
Kode : D.0093


Ketidak mampuan Koping Keluarga
Mengidentifikasi kegiatan jangka pendek dan panjang sesuai tujuan
Mendiskusikan konsekuensi tidak menggunakan rasa bersalah dan rasa malu
Mengajarkan cara memecahkan masalah secara konstruktif

S: Nn.N mengatakan mampu meningkatkan koping keluarganya

O: Nn.N Nampak meningkatkan koping keluarga




O. Evaluasi

TANGGAL/JAM
DIAGNOSA KEPERAWATAN
EVALUASI
TANDA TANGAN


25/01/2021

Kode : D.0111

Defisit Pengetahuan
S : Tn.S mengatakan sudah mampu mengidentifikasi  dan  biasa menerima informasi

O: keluarga Tn.S Nampak sudah bias menerima  informasi dengan tenang.

A: Masalah belum teratasi

P : Intervensi di lanjutkan oleh petugas puskesmas


     26/01/2001
 Kode : D.0093


Ketidak mampuan Koping Keluarga

 S: Nn.N mengatakan mampu meningkatkan koping keluarganya

O: Nn.N Nampak meningkatkan koping keluarga

A: Masalah belum teratasi

    P : Intervensi di lanjutkan oleh petugas          puskesmas






PENUTUP


Kesimpulan

Keluarga adalah dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan-ikatan kebersamaan, ikatan emosional dan yang mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari keluarga . Keluarga adalah dua orang atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan.
Asuhan keperawatan keluarga digunakan untuk membantu menyelesaikan
masalah kesehatan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Agar pelayanan kesehatan yang diberikan dapat diterima oleh keluarga, maka perawat harus mengerti, memahami tipe dan struktur keluarga, mengetahui tingkat pencapaian keluarga dalam melakukan fungsinya dan perlu paham setiap tahap perkembangan keluarga dan tugas perkembangannya. 

Saran

Diharapkan untuk mahasiswa keperawatan lebih memahami tentang hubungan terapeutik dalam tahap-tahap asuhan keperawatan keluarga









DAFTAR PUSTAKA


Jhonson L. (2010). Keperawatan Keluarga. 177.
Keluarga, K. (2019). HI NG CENTER C ENTER F AMILY.
Rahma, S. A., & Hipertensi, P. P. (2019). FAMILY NURSING CARE IN THE STAGE OF DEVELOPMENT FAMILY WITH MIDDLE-AGED ADULTS. 1–7.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar