ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.S
PADA TAHAP PERKEMBANGAN
LAUNCING CENTER
DOSEN MATA KULIAH
Diah Indriastuti, S,Kep., Ns., M.Kep
SUMIATIN
S.0017.P.036
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
KARYA KESEHATAN KENDARI
PRODI S1 KEPERAWATAN
KENDARI
2021
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT,Karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Asuhan Keperawatan ini tepat pada waktunya. Terlantun solawat serta salam buat untuk imam besar kita semua Nabi Muhammad SAW.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Asuhan Keperawatan ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi maupun redaksinya. Asuhan Keperawatan ini masih jauh dari kesempurnaan karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dapat menyusun Asuhan Keperawatan yang lebih baik di masa yang akan datang. Semoga Asuhan keperawatan ini bermanfaat untuk memberikan kontribusi bagi kita dalam memajukan ilmu keperawatan.
Kendari, 18 February 2021
Penyusun
DAFTAR ISI
Contents
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB 1 4
PENDAHULUAN 4
A. Latar belakang 4
B. Tujuan 5
C. Manfaat 5
BAB II 6
TINJAUAN TEORI 6
A. Definisi 6
B. Tipe Keluarga 6
D. Tugas Kesehatan Keluarga 11
E. Tahap-tahap Perkembangan Keluarga 12
F. Definisi Tahap Perkembangan L unching Center 12
G. Tugas Keluarga pada Tahap Perkembangan L aunching C enter 13
H. Mayoritas Masalah Kesehatan pada Tahap Perkembangan Launching center 13
I. Peran Perawat pada Keluarga 13
BAB III 16
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA 16
A. PENGKAJIAN KELUARGA 16
B. PENGKAJIAN INDIVIDU 17
D. Struktur keluarga 23
E. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga 23
F. Status sosial ekonomi keluarga 24
G. Fungsi keluarga 24
H. Koping keluarga 24
I. Aktivitas rekreasi keluarga 25
J. Harapan keluarga 25
K. Tingkat kemandirian keluarga 25
L. Analisa data 27
M. Rumusan masalah 28
N. Intervensi kesehatan 28
O. Evaluasi 31
PENUTUP 33
A. Kesimpulan 33
B. Saran 33
DAFTAR PUSTAKA 34
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar belakang
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga
dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah satu atap dan keadaan saling ketergantungan (Departemen Kesehatan). Keluarga adalah dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan-ikatan kebersamaan, ikatan emosional dan yang mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari keluarga . Keluarga adalah dua orang atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan.
Asuhan keperawatan keluarga digunakan untuk membantu menyelesaikan
masalah kesehatan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Agar pelayanan kesehatan yang diberikan dapat diterima oleh keluarga, maka perawat harus mengerti, memahami tipe dan struktur keluarga, mengetahui tingkat pencapaian keluarga dalam melakukan fungsinya dan perlu paham setiap tahap perkembangan keluarga dan tugas perkembangannya.(Keluarga, 2019)
Status sehat atau sakit dalam keluarga saling mempengaruhi satu sama lain.
Suatu penyakit dalam keluarga mempengaruhi seluruh keluarga dan sebaliknya mempengaruhi jalanya suatu penyakit dan status kesehatan anggota keluarga. Keluarga cenderung dalam pembuatan keputusan dan proses terapeutik pada setiap tahap sehat dan sakit pada para anggota keluarga. Keluarga merupakan para anggota sebuah keluarga baiasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah tangga, atau jika mereka hidup secara terpisah, mereka tetap menganggap rumah tangga tersebut sebagai rumah tangga mereka(Keluarga, 2019)
Pada keluarga dewasa merupakan tahap dimana semua anak akan pergi atau
keluar meninggalkan rumah atau orang tuanya. Didalam kehidupan keluarga dewasa dimana orang tuanya akan merasa banyak kehilangan karena perginya anak-anak dari rumah. Pada keluarga ini juga terdapat berbagai masalah yang dialami oleh keluarga itu sendiri. Dan perawat sangat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan kepada keluarga.
Fase kehidupan keluarga ini ditandai oleh puncak tahun-tahun persiapan bagi anak
yang telah siap untuk kehidupan dewasa yang mandiri. Orang tua, pada saat mereka melepaskan anak-anaknya pergi, melepaskan peran mereka sebagai orang tua yang telah dijalankan selama 20 tahun atau lebih dan mereka kembali ke pasangan hikdup mereka. Tugas perkembangan keluarga sangat penting jika keluarga berpindah dari rumah tangga dengan anak ke rumah tangga dengan pasangan suami-istri. Tujuan utama keluarga adalah menata ulang keluarga ke dalam unit berkelanjutan ketika melepaskan dewasa muda yang telah dewasa ke dalam kehidupan mereka sendiri (Duvall & Miller, 1985). Selama tahap ini, pasangan baru dapat memikul peran sebagai kakek/nenek-perubahan lain dalam peran dan citra diri mereka.(Jhonson L, 2010)
Keluarga mempunyai tahap perkembangan sebagaimana layaknya individu, perkembangan itu terutama dalam hal besarnya keluarga dan kemampuannya, mulai dari pasangan yang baru menikah, baru memiliki anak, memiliki anak remaja, memiliki anak remaja, memiliki anak dewasa, sampai salah satu anggota keluarganya meninggal dunia
Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami bagaimana asuhan keperawatan pada keluarga pada tahap perkembangan launching center family.
Manfaat
Bagi mahasiswa, makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan reverensi untuk materi Tahap perkembangan launching center family
Bagi masyarakat, makalah ini dapat memberikan edukasi tentang Tahap perkembangan launching center family
BAB II
TINJAUAN TEORI
Konsep keluaga
Definisi
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga
dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga
dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. (Effendy, 1998). Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah (Salafudin,2005) :
1. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi.
2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain.
3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik.
4. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.
Tipe Keluarga
Dalam (Murwani, 2007) di sebutkan beberapa tipe keluarga yaitu :
1) Tipe Keluarga Tradisional
1. Keluarga Inti (Nuclear Family), adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
2. Keluarga Besar (Exstended Family), adalah keluarga inti di tambah dengan sanak saudara, misalnya nenek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.
3. Keluarga “Dyad” yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami d an istri tanpa anak.
4. “Single Parent” yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang tua (ayah/ibu) dengan anak (kandung/angkat). Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau kematian.
5. “Single Adult” yaitu suatu rumah tangga yang hanya terdirise orang dewasa (misalnya seorang yang telah dewasa kemudian tinggal kost untuk bekerja atau kuliah)
2.) Tipe Keluarga Non Tradisional
1. The Unmarriedteenege mather
Keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama ibu) dengan anak dari hubungan tanpa nikah
2. The Stepparent Family
Keluarga dengan orang tua tiri.
3. Commune Family
Beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya) yang tidak ada hubungan saudara hidup bersama dalam satu rumah, sumber dan fasilitas yang sama, pengalaman yang sama : sosialisasi anak dengan melelui aktivitas kelompok atau membesarkan anak bersama.
4. The Non Marital Heterosexual Conhibitang Family
Keluarga yang hidup bersama dan berganti – ganti pasangan tanpa melelui pernikahan.
5. Gay And Lesbian Family
Seseorang yang mempunyai persamaan sex hidup bersama sebagaimana suami – istri (marital partners).
6. Cohibiting Couple
Orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan perkawinan karena beberapa alasan tertentu.
7. Group-Marriage Family
Beberapa orang dewasa menggunakan alat – alat rumah tangga bersama yang saling merasa sudah menikah, berbagi sesuatu termasuk seksual dan membesarkan anaknya.
8. Group Network Family
Keluarga inti yang dibatasi aturan atau nilai – nilai, hidup bersama atau berdekatan satu sama lainnya dan sali ng menggunakan barang – barang rumah tangga bersama, pelayanan dan tanggung jawab membesarkan anaknya.
9. Foster Family
Keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga atau saudara didalam waktu sementara, pada saat orang tua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk menyatukan kembali keluarga yang aslin ya.
10. Homeless Family
Keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang permanent karena kris is personal yang dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan atau problem kesehatan mental.
11. Gang
Sebuah bentuk keluarga yang destruktif dari orang- orang muda yang mencari ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian tetapi berkembang dalam kekerasan dan criminal dalam kehidupannya.
C . Fungsi Keluarga
Friedman, (2010) mengidentifikasi 5 fungsi dasar keluarga, yaitu:
1) Fungsi Afektif
Fungsi afektif berhubungan erat dengan fungsi internal keluarga, yang merupakan basis kekuatan keluarga. Fungsi afektif berguna untuk pemenuhan kebutuhan psikososial. Keberhasilan melaksanakan fungsi afektif tampak pada kebahagiaan dan kegembiraan dari seluruh anggota keluarga. Tiap anggota keluarga saling mempertahankan iklim yang positif. Hal tersebut dapat dipelajari dan dikembangkan melalui interaksi dan hubungan dalam keluarga. Dengan demikian, keluarga yang berhasil melaksanakan fungsi afektif, s eluruh anggota keluarga dapat mengembangkan konsep diri positif. Komponen yang perlu dipenuhi oleh keluarga dalam melaksanakan fungsi afektif adalah :
1. Saling mengasuh : cinta kasih, kehangatan, saling menerima, saling mendukung antar anggota keluarga, mendapatkan kasih sayang dan dukungan dari anggota yang lain akan meningkatkan kemampuannya untuk memberikan kasih sayang yang pada akhirnya akan tercipta hubungan yang hangat dan saling mendukung. Hubungan intim didalam keluarga merupakan modal dasar dalam memeberikan hubungan dengan orang lain diluar keluarga/ masyarakat.
2. Saling menghargai. Anggota keluarga yang saling menghargai dan mengakui keberadaan dan hak setiap anggota keluarga serta selalu mempertahankan iklim
yang positif, maka fungsi afektif akan tercapai.
3. Ikatan dan identifikasi ikatan keluarga dimulai seja k pasangan sepakat memulai hidup baru. Ikatan antar anggota keluarga dikembangkan melalui proses identifikasi dan penyesuaian pada berbagai aspek kehidupan anggota keluarga. Orang tua harus mengembangkan proses identifikasi yang positif sehingga anakanak dapat meniru tingkah laku yang positif dari kedua orang tuanya.Fungsi afektif merupakan “sumber energi” yang menentukan kebahagiaan
keluarga. Keretakan keluarga, kenakalan anak atau masalah keluarga, timbul karena fungsi afektif di dalam keluarga tidak dapat t erpenuhi.
2) Fungsi Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu, yang menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam lingkungan sosial. Sosialisasi dimulai sejak manusia lahir. Keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi, misaln ya anak yang baru lahir dia akan menatap ayah, ibu, dan orang-orang yang ada di sekitarnya Kemudian beranjak balita dia mulai belajar
bersosialisasi dengan lingkungan sekitar meskipun demikian keluarga tetap berperan penting dalam bersosialisasi. Keberhasilan perkembangan individu dan keluarga dicapai melalui interaksi atau hubungan antar anggota keluarga yang diwujudkan dalam sosialisasi.
3) Fungsi Reproduksi
Keluarga berfungsi untuk meneruskan keturunan dan menambah sumber daya manusia. Maka dengan ikatan suatu perkawinan yang sah, selain untuk memenuhi kebutuhan biologis pada pasangan tujuan untuk membentuk keluarga adalah untuk meneruskan keturunan.
4) Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi merupakan fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga seperti memenuhi kebutuhan akan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Banyak pasangan sekarang kita lihat dengan penghasilan yang tidak seimbang antara suami dan ist ri, hal ini menjadikan permasalahan yang berujung pada perceraian.
5) Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga juga berperan atau berfungsi untuk melaksanakan praktek asuhan kesehatan, yaitu untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan dan atau merawat anggota keluarga yang sakit. Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan kesehatan mempengaruhi status kesehatan keluarga. Kesanggupan keluarga
melaksanakan pemeliharaan kesehatan dapat dilihat dari tugas kesehatan keluarga yang dilaksanakan. Keluarga yang dapat melaksanakana tugas kesehatan berarti sanggup menyelesaikan masalah kesehatan
Tugas Kesehatan Keluarga
Menurut Freeman (1981) terdapat lima tugas kesehatan keluarga, diantaranya:
Mengenal masalah kesehatan setiap anggotanya
Orangtua perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-perubahan yang dialami anggota keluarga. Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian dan tanggung jawab keluarga, maka apabila menyadari adanya perubahan perlu segera dicatat kapan terjadinya, perubahan apa yang terjadi dan seberapa besar perubahannya (Setiadi, 2006).
2. Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga
Tindakan kesehatan yang dilakukan oleh keluarga diharapkan tepat agar masalah kesehatan dapat dikurangi atau bahkan teratasi. Jika keluarga mempunyai keterbatasan dapat meminta bantuan kepada orang di lingkungan sekitar keluarga (Setiadi, 2006).
3. Memberikan perawatan anggota keluarga yang sakit atau yang tidak dapat membantu dirinya sendiri karena cacat atau usianya yang terlalu muda
Perawatan ini dapat dilakukan di rumah apabila keluarga memiliki kemampuan melakukan tindakan untuk memperoleh tindakan lanjutan agar masalah yang lebih parah tidak terjadi (Setiadi, 2006).
4. Mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarga
Keluarga memainkan peran yang bersifat mendukung anggota keluarga yang sakit. Dengan kata lain perlu adanya sesuatu kecocokan yang baik antara kebutuhan keluarga dan asupan sumber lingkungan bagi pemeliharaan kesehatan anggota keluarga (Friedman, 1998).
5. Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan lembaga kesehatan (pemanfaatan fasilitas kesehatan yang ada) Hubungan yang sifatnya positif akan memberi pengaruh yang baik pada keluarga mengenai fasilitas kesehatan. Diharapkan dengan hubungan yang positif terhadap pelayanan kesehatan akan merubah setiap perilaku anggota keluarga mengenai sehat sakit (Friedman, 1998).
Tahap-tahap Perkembangan Keluarga
Perkembangan keluarga adalah proses perubahan yang terjadi pada sistem keluarga yang meliputi perubahan pola interaksi dan hubungan antara anggotanya disepanjang waktu.
1. Tahap I pasangan baru atau keluarga baru (beginning family).
2. Tahap II keluarga dengan kelahiran anak pertama (child bearing family).
3. Tahap III keluarga dengan anak prasekolah (families with preschool).
4. Tahap IV keluarga dengan anak usia sekolah (families with children).
5. Tahap V keluarga dengan anak remaja (families with teenagers).
6. Tahap VI keluarga dengan anak dewasa atau pelepasan (launching center family).
7. Tahap VII keluarga usia pertengahan (middle age families).
8. Tahap VIII keluarga usia lanjut
Definisi Tahap Perkembangan L unching Center
Tahap launching center family yaitu tahap ketika keluarga melepas anak usia dewasa muda yang ditandai oleh anak pertama meninggalkan rumah orang tua dan berakhir dengan “rumah kosong”, ketika anak terakhir meninggalkan rumah. Tahap ini dapat singkat atau agak panjang, tergantung pada berapa banyak anak yang belum menikah yang masih tinggal di rumah. Fase ini ditandai oleh tahun-tahun puncak persiapan dari dan oleh anak-anak untuk kehidupan dewasa yang mandiri. Tugas pengembangan keluarga yang dihadapi adalah mempersiapkan diri untuk ditinggal anak-anak, mempersiapkan diri untuk berkomunikasi dengan anak-anak sebagai orang dewasa, lebih meningkatkan hubungan suami istri dan mempersiapkan diri untuk menjadi mertua, kakek, nenek yang baik
Tugas Keluarga pada Tahap Perkembangan L aunching C enter
Ada beberapa tugas perkembangan pada fase ke IV atau pada launching center family, yaitu :
1. Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar;
2. Mempertahankan keintiman pasangan;
3. Membantu orang tua memasuki masa tuanya;
4. Membantu anak untuk mandiri di masyarakat;
5. Penataan kembali peran dan kegiatan rumah tangga.
Mayoritas Masalah Kesehatan pada Tahap Perkembangan Launching center
Masalah-masalah yang sering muncul pada anak-anak usia dewasa, pada t ahap ini adalah :
1. Masalah medis : Akne, dysmenorrhea dan masalah yang berhubungan dengan seks seperti penyakit kelamin dan kehamilan yang tak diinginkan.
2. Masalah emosional Psikosomatis yang berhubungan dengan pekerjaan baru, depresi karena penyesuaian terhadap lingkungan baru dan ekspektasi dari orang-orang terdekat.
3. Masalah sosial Tekanan dari teman-teman dalam penggunaan alkohol, merokok, tekanan dari pacar untuk menikah.
Pada saat anak-anak beranjak dewasa, pasangan tersebut mulai memasuki usia pertengahan dan orang tua mereka memasuki usia lanjut. Masalah-masalah terkait tanda-tanda premenopause pada orang tua. Dan juga masalah sosial dan emosional, terkait krisis usia pertengahan pada orang tua
I. Peran Perawat pada Keluarga
1. Pendidik
Perawat perlu memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga agar :
a) Keluarga dapat melakukan program asuhan kesehatan keluarga secara mandiri
b) Bertanggung jawab terhadap masalah kesehatan keluarga
2. Koordinator
Diperlukan pada perawatan berkelanjutan agar pelayanan yang komprehensif dapat tercapai. Koordinasi juga sangat diperlukan untuk mengatur program kegiatan atau terapi dari berbagai disiplin ilmu agar tidak terjadi tumpang tindih dan pengulangan
3. Pelaksana
Perawat yang bekerja dengan klien dan keluar ga baik di rumah, klinik maupun di rumah sakit bertanggung jawab dalam memberikan perawatan langsung.Kontak pertama perawat kepada keluarga melalui anggota keluarga yang sakit. Perawat dapat mendemonstrasikan kepada keluarga asuhan keperawatan yang diberikan dengan harapan keluarga nanti dapat melakukan asuhan langsung kepada anggota keluarga yang sakit
4. Pengawas kesehatan
Sebagai pengawas kesehatan, perawat harus melakukan home visite atau kunjungan rumah yang teratur untuk mengidentifikasi atau melakukan pengkajian tentang kesehatan keluarga.
5. Konsultan
Perawat sebagai narasumber bagi keluarga di dalam mengatasi masalah kesehatan. Agar keluarga mau meminta nasehat kepada perawat, maka hubungan perawat-keluarga harus dibina dengan baik, perawat harus bersikap terbuka dan dapat dipercaya.
6. Kolaborasi
Perawat juga harus bekerja dama dengan pelayanan rumah sakit atau anggota tim kesehatan yang lain untuk mencapai tahap kesehatan keluarga yang optimal
7. Fasilitator
Membantu keluarga dalam menghadapi kendala untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Agar dapat melaksanakan peran fasilitator dengan baik, maka perawat komunitas harus mengetahui sistem pela yanan kesehatan (sistem rujukan, dana sehat, dll)
8. Penemu kasus
Mengidentifikasi masalah kesehatan secara dini, sehingga tidak terjadi ledakan atau wabah.
9. Modifikasi lingkungan
Perawat juga harus dapat mamodifikasi lingkungan, baik lingkungan rumah maupun lingkungan masyarakat, agar dapat tercipt a lingkungan yang sehat.
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PENGKAJIAN KELUARGA
DATA UMUM & KONDISI KESEHATAN KELUARGA
Puskesmas
:
Kolono
Alamat
:
Desa Puupi
Hari/Tanggal Pengkajian
:
Selasa/09 februari 2021
Nama KK
:
Tn.S
Usia
:
56tahun
Pendidikan
:
SMA
Pekerjaan
:
Petani
Komposisi Keluarga :
No
Nama Anggota Keluarga
Hub. Keluarga
L/P
Umur (th)
Pendidikan
Agama
Suku
Pekerjaan
Imunisasi (L/TL)
KB
Alat bantu, ptotesa
Keadaan umum (sehat/tidak sehat)
Riwayat penyakit & alergi
1.
Tn. S
Suami
L
56
SMA
Islam
Bugis
Petani
Lengkap
Tidak
Tidak ada
Sehat
Asma
2.
Ny. Y
Istri
P
53
SMP
Islam
Bugis
IRT
Lengkap
Tidak
Tidak ada
Sehat
Tidak ada
3.
Nn. N
Anak
P
20
SMA
Islam
Bugis
Tidak kerja
Lengkap
Tidak
Tidak ada
Sehat
Tidak ada
Jarak Untuk Mencapai Pelayanan Kesehatan Terdekat
Fasilitas Kesehatan
Jarak
Cara tempuh
Puskesmas
:
900 meter
Motor
roda 2
:
Puskesmas Pembantu
:
200 meter
Motor
roda 2
:
Posyandu
:
100 meter
Motor
roda 2
:
3. Genogram
4. TipeKeluarga
Keluarga inti
PENGKAJIAN INDIVIDU
No
Data
Tn.S
Ny.Y
Nn.N
Keadaan umum :
Baik
Baik
Baik
Penampilan
Baik
Baik
Baik
BB
60 kg
65 kg
55 kg
TB
150 cm
170 cm
155 cm
Status Gizi
Baik
Baik
Baik
Diagnosa medis
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Masalah kesehatan yang pernah dialami
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Masalah kesehatan sekarang
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Masalah kesehatan yang lalu
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Masalah kesehatan keluarga (turunan)
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
TTV :
Tekanan darah
110 MmHg
120 MmHg
110 MmHg
Respirasi
24x/menit
20x/menit
20x/menit
Nadi
80x/menit
72x/menit
74x/menit
3.
Palpebra
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Fungsi
Baik
Baik
Baik
4.
Telinga :
Bentuk
Normal
Normal
Normal
Keadaan
Bersih
Bersih
Bersih
Fungsi
Baik
Baik
Baik
5.
Hidung :
Bentuk
Normal
Normal
Normal
Keadaan
Bersih
Bersih
Bersih
Fungsi
Baik
Baik
Baik
6.
Mulut :
Gigi
Baik
Baik
Baik
Fungsi menelan
Baik
Baik
Baik
Kelembaban
Baik
Baik
Baik
7.
Leher :
Pembengkakan kelenjar tiroid
Tidakterdapat pembengkakan
Tidak terdapat pembengkakan
Tidak terdapat pembengkakan
8.
Dada :
Bentuk
Normal
Normal
Normal
Suara paru
Resonan
Resonan
Resonan
Respirasi
18X/menit
18X/menit
20X/Menit
Bunyi jantung
S1, S2
S1, S2
S1, S2
9.
Abdomen :
Bentuk
Normal
Normal
Normal
Nyeri tekan
Tidak adanyeri
Tidak ada nyeri
Tidak adanyeri
10.
Ekstremitas :
Oedema
Tidak adaoedema
Tidak ada oedema
Tidak ada oedema
Kontraktur
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
11.
Istirahat dan tidur
Baik
Baik
Baik
12.
Status mental
Baik
Baik
Baik
13.
Kebersihan diri
Bersih
Bersih
Bersih
14.
Sistem respirasi
Tidak adamasalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
15.
Sistem kardiovaskuler
Tidak adamasalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
16.
Sistem pencernaan
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
17.
Sistem urinaria
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
18.
Sistem integument
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
19.
Sistem persyarafan
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
20.
Sistem muskulosketal
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Pemeriksaan penunjang bagi yang sakit (lab, radiologi, EKG, USG)
Tidak adapemeriksaan
Tidakada pemeriksaan
Tidak ada pemeriksaan
C. KESEHATAN LINGKUNGAN
Karakteristik Rumah
A)
E)
B)
F)
C)
Ket:
A. Kamar anak Nn.N
B. Kamar mandi
C. Kamar Tn.B dan Ny.S
D. Ruang keluarga
E. Ruang tv
G. Ruang makan
Tipe Tempat Tinggal
Keluarga sudah memiliki tempat tinggal sendiri
Gambaran kondisi rumah
Luas ruma keluarga 14x5 m ,kebersihan rumah cukup bersih .
Jenis bangunan
Semi permanen
Luas bangunan
15x5 m
Luas pekarangan
60 m
Jumlah jendela
4 jendela
Kondisi ventilasi rumah
Memiliki sirkulasi udara yang baik
Kondisi pencahayaan rumah
Penerangan menggunakan listrik digunakan pada siang dan malam hari karena kurang pencahyaan
Jenis lantai
Lantai tempat tinggal menggunakan tehel
Kebersihan rumah secara keseluruhan
Kebersihan cukup bersih
Pengelolaan sampah keluarga
Sampah dibuang digalian dan membakar sampahnya.
Kondisi jamban keluarga
Terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa .
Sumber air bersih dalam keluarga
Sumber air bersih keluarga berada disumur dekat rumah.
Jarak sumber air minum dengan septic tank
Sekitar 20 m dari tempat keluarga tinggal
Sumber air minum yang digunakan
Mengunakan air sumber kemasan
Keadaan dapur
Cukup bersih
Pembuangan limbah
Saluran diarahkan menuju kali
Keamanan lingkungan rumah
Keamanan lingkungan Tn.S sangat aman
Perasaan subyektif keluarga terhadap rumah
Perasannya sangat senang, nyaman dan aman berada di tempat tinggalnya
Pengaturan pengaturan rumah dan privaci
Pengaturannya cukup rapi penempatannya
Karakteristik Lingkungan dan Komunitas Tempat Tinggal yang lebih luas.
Karakteristik fisik dari lingkungan
Ditempat tinggal Tn.S jarak antara satu rumah dan lainnya cukup dekat. Keluarga Tn .S sering berinteraksi dan berkomunikasi dengan tetangga sekitar hal ini mendukung karena tetangganya sangat ramah
Karakteristik duemografis dari lingkungan dan komunitas
Keluarga Tn.S tidak pernah pandah didesa atau kekota lain
Bagimana fasilitas-fasilitas mudah diakses atau dijangkau oleh keluarga
Keluarga Tn.S cukup berperan dalam mengikuti kegiatan .
Tersedianya transportasi umum yang dapat digunakan oleh keluarga dalam mengakses fasilitas yang ada.
Keluarga Tn.S menggunakan transportasi pribadi sepeda motor yang digunakan saat berpergian kemana-mana
e. Mobilitas geografis keluarga
menurut klien tidak pernah pindah daerah kota lain .
Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga Tn.S Mengatakan sering mengikuti majelis.
D. Struktur keluarga
Pola dan komunikasi keluarga
Keluarga Tn. S berkomunikasi degan menggunakan bahasa Bugis dan indonesi tapil bahasa Indonesia yang lebih sering digunakan.
Struktur kekuatan keluarga
Hingga saat ini Tn.S sangat berperan penting dalam mencari nafkah sedangkan anak dan istrinya tidak berkerj
Nilai-Nilai Keluarga
Nilai-nilai dan norma yang dianut dua sisih yaitu berdasarkan kebiasaan suku Bugis dalam agama islam. Nilai dan norma yang dimaksud saling menghargai, menghormati, serta saling menjaga kerkunan dalam keluarga dan masyrakat.
E. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga
Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga Tn.S memiliki 1 orang putri yang masing-masing sudah memasuki usia dewasa.
Riwayat kesehatan keluarga inti
Tn.S mengeluh merasakan kaku diseluruh badan dan tidak bias di gerakkan,kepala terasa berat,pusing,demam.
Latar Belakang Budaya Keluarga
keluarga Tn.S berlatar belakang suku buton,nilai-nilai dalam keluarga pun berdasarkan budaya suku buton.
F. Status sosial ekonomi keluarga
Penghasilan keluarga Tn. S adalah sebesar 1.500.000-2.000.000/bulan ada perubahan penghasilan sejak awal menikah sangat meningkat.
G. Fungsi keluarga
Fungsi Sosial
Keluarga Tn. S aktif dalam kegiatan social yang berada dimasyarakat, keluarga tersebut juga aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
Fungsi Perawatan kesehatan
Jika salah satu dalam keluarga Tn.S sakit mereka saling merawat dalam anggota keluarga. Biasanya mereka meminum obat-obatan terlebih dahulu sebagai tindakan pertama. Namun jika keadaan tidak membaik maka mereka akan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.
H. Koping keluarga
Stresor jangka pendek dan jangka panjang
Terdapat beberapa stressor jangka pendek dalam keluarga Tn. S bagi Tn. S pada pekerjaannya. Sedangkan stressor yang dialami oleh Ny. Y paling sering akibat kelelahan dalam mengurus rumah dan stressor yang bagi Nn.N adalah masalah pendidikan .
Kemampuan keluarganya berespon terhadap situasi/ stressor
Tn.S biasanya berusaha mencegah adanya masalah pada keluarganya. Ny. Y biasanya tajin berolahrga dalam rumah . Tn.S biasanya memilih lingkungan yang baik serta menjalin hubungan yang baik dengan orang sekitar.
Strategi koping yang digunakan
Untuk mengatasi stres yang dialami, keluarga Tn. S biasanya refresing, mendekatkan diri kepada tuhan dan berisitirahat yang cukup.
I. Aktivitas rekreasi keluarga
Keluarga Tn.S biasa melakukan liburan dengan anggota keluarga seperti menonton bersama, minum teh bersama dll.
J. Harapan keluarga
Dengan adanya petugas kesehatan yang datang kerumahnya menurutnya mengharapkan supaya petugas kesehatan bisa memberikan pengetahuan yang dapat membantu dirinya mempersiapkan bagaimana sebenarnya kesehatan dalam rumah tangganya.
K. Tingkat kemandirian keluarga
Tingkat kemandirian keluarga terdiri dari tujuh kriteria kemampuan keluarga yang telah dicapai.
Kriteria 1
:
keluarga menerima perawat
Kriteria 2
:
keluarga menerima pelayanan kesehatan sesuai rencana rencana keperawatan keluarga
Kriteria 3
:
keluarga tahu dan dapat mengungkapkan masalah kesehatannya secara benar
Kriteria 4
:
keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan pelayanan kesehatan sesuai anjuran
Kriteria 5
:
keluarga melakukan tindakan keperawatan sederhana yang sesuai anjuran
Kriteria 6
:
keluarga melakukan tidakan pencegahan secara aktif
Kriteria 7
:
keluarga melakukan tidakan promotif secara aktif
Tingkat Kemandirian
Kriteria 1
Kriteria 2
Kriteria 3
Kriteria 4
Kriteria 5
Kriteria 6
Kriteria 7
Tingkat I
V
v
-
-
-
-
-
Tingkat II
V
v
V
V
v
-
-
Tingkat III
V
v
V
V
v
v
Tingkat IV
V
v
V
V
v
v
V
L. Analisa data
Analisa data
Etiologi
Masalah
DS: Ny.Y mengatakan tidak mengetahui secara pasti mengenai kegiatan Nn.N
DO: Nn.N merupakan anak pertama dalam keluarga
Perkembangan remaja
Defisit pengetahuan
DS: Nn.N merasa di abaikan dalam keluarganya dan tidak pernah menceritakan masalahnya
DO:Tn.S dan Ny.Y tampak cemas
Ketidak mampuan mengenal gangguan perkembangan
Ketidak mampuan koping keluarga
M. Rumusan masalah
Data yang terkumpul dan dianalisis, kemudian didapatkan diagnosa keperawatan sebagai berikut :.
(D.0111 ) Defisit pengetahuan
(D.0093) Ketidak mampuan koping keluarga
N. Intervensi kesehatan
No
Diagnosa
Tujuan & kriteria hasil (NOC)
Intervensi (NIC)
Kode : D.0111
Kategori: perilaku
Subkategori : Penyuluhan dan pembelajaran
Defisit Pengetahuan b.d Kurang terpapar informasi
Ditandai dengan :
DS: Ny.Y mengatakan tidak mengetahui secara pasti mengenai kegiatan Nn.N
DO: Nn.N merupakan anak pertama dalam keluarga
Seteleh dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan
Tingkat Pengetahuan (L.12111)
skala :
Menurunt
cukup Menurun
sedang,
cukup Meningkat
Meningkat
dengan kriteria:
Perilaku sesuai dengan pengetahuan (skala 3 menjadi 4)
Pertanyaan tentang masalah yang di hadapi (skala 3 menjadi 4)
Intervensi keperawat
Edukasi kesehatan (1.12383)
Aktivitas Keperawatan
Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
Berikan kesempatan untuk bertanya
Jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
2.
Kode : D.0093
Kategori: Fisiologis
Subkategori : Respirasi
Ketidak mampuan Koping Keluarga b/d Ketidak mampuan orang terdekat mengungkapkan perasaan
Ditandai dengan :
DS: Nn.N merasa di abaikan dalam keluarganya dan tidak pernah menceritakan masalahnya
DO:Tn.S dan Ny.Y tampak cemas
Status Koping Keluarga (L.09088)
meningkat,
cukup meningkat,
sedang,
cukup menurun,
menurun,
dengan kriteria:
Perasaan diabaikan (skala 3 menjadi 4)
Komunikasi antara anggota keluarga (skala 2 memjadi 4)
Promosi Koping (1.09312)
Aktivitas Keperawatan
Identifikasi kegiatan jangka pendek dan panjang sesuai tujuan
Diskusikan konsekuensi tidsk menggunakan rasa beersalah dan rasa malu
Ajarkan cara memecahkan masalah secara konstruktif
Puskesmas : kolono
Nama KK : Tn. S
No. Register : -
TANGGAL/JAM
DIAGNOSA KEPERAWATAN
TINDAKAN
EVALUASI
TANDA TANGAN
20/01/2020
Kode : D.0111
Defisit Pengetahuan
Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
Memberikan kesempatan untuk bertanya
Menjelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
S : Ny.Y mengatakan sudah mampu mengidentifikasi dan biasa menerima informasi
O : Tn.S dan Ny.Y tampak cemas
O: keluarga Tn.S Nampak sudah bias menerima informasi dengan tenang
21/01/2020
Kode : D.0093
Ketidak mampuan Koping Keluarga
Mengidentifikasi kegiatan jangka pendek dan panjang sesuai tujuan
Mendiskusikan konsekuensi tidak menggunakan rasa bersalah dan rasa malu
Mengajarkan cara memecahkan masalah secara konstruktif
S: Nn.N mengatakan mampu meningkatkan koping keluarganya
O: Nn.N Nampak meningkatkan koping keluarga
O. Evaluasi
TANGGAL/JAM
DIAGNOSA KEPERAWATAN
EVALUASI
TANDA TANGAN
25/01/2021
Kode : D.0111
Defisit Pengetahuan
S : Tn.S mengatakan sudah mampu mengidentifikasi dan biasa menerima informasi
O: keluarga Tn.S Nampak sudah bias menerima informasi dengan tenang.
A: Masalah belum teratasi
P : Intervensi di lanjutkan oleh petugas puskesmas
26/01/2001
Kode : D.0093
Ketidak mampuan Koping Keluarga
S: Nn.N mengatakan mampu meningkatkan koping keluarganya
O: Nn.N Nampak meningkatkan koping keluarga
A: Masalah belum teratasi
P : Intervensi di lanjutkan oleh petugas puskesmas
PENUTUP
Kesimpulan
Keluarga adalah dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan-ikatan kebersamaan, ikatan emosional dan yang mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari keluarga . Keluarga adalah dua orang atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan.
Asuhan keperawatan keluarga digunakan untuk membantu menyelesaikan
masalah kesehatan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Agar pelayanan kesehatan yang diberikan dapat diterima oleh keluarga, maka perawat harus mengerti, memahami tipe dan struktur keluarga, mengetahui tingkat pencapaian keluarga dalam melakukan fungsinya dan perlu paham setiap tahap perkembangan keluarga dan tugas perkembangannya.
Saran
Diharapkan untuk mahasiswa keperawatan lebih memahami tentang hubungan terapeutik dalam tahap-tahap asuhan keperawatan keluarga
DAFTAR PUSTAKA
Jhonson L. (2010). Keperawatan Keluarga. 177.
Keluarga, K. (2019). HI NG CENTER C ENTER F AMILY.
Rahma, S. A., & Hipertensi, P. P. (2019). FAMILY NURSING CARE IN THE STAGE OF DEVELOPMENT FAMILY WITH MIDDLE-AGED ADULTS. 1–7.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar